SEBUAH CERITA DI PAGI HARI

bnfrjgfigaaceon

Berdamai dengan diri sendiri

Saat menuliskan ini, saya belum memilih topik yang tepat untuk dijajaki. Saya belajar untuk memahami bahwa saya ini hanya manusia. Saya baru saja ditelpon oleh salah satu orang tua mahasiswa yang mempertanyakan tentang anaknya. Ya,..saya merasa bersalah, tapi saya mencoba berpikir secara rasional mengenai hal ini. kuliahku hari sebelumnya mengatakan pada saya, “Saya harus melaksanakannya sesuai porsi” yang diberikan kepadsaya. Saya akan membantu, tapi dari awal sudah kutegaskan, saya tidak bisa membantu seluruhnya. Saya hanya dapat membantu sedikit saja, berhubung, saya yang sudah berulang kali mengatakan, saya sibuk. Tapi,..saya juga salah, karena saya meng-iyakan dan saya tidak bertanggungjawab sampai akhir. Saya mengalami krisis kepercayaan diri dan krisis tanggungjawab. Saya memahami diri saya sendiri sebagai orang yang melaksanakan sesuatu karena saya tertarik pada sesuatu itu, bayangkan saja,..jika sesuatu itu sudah tidak menarik lagi, maka saya akan membuangnya ke bak sampah dan menjadikannya sungguh dan sangat tidak menarik untuk digeluti. Saya juga memahami diri saya sebagai orang yang sungguh dan sangat tidak telaten, contohnya saja bangun pagi. Entah dengan alasan yang dibuat-buat atau apa, tapi saya tidak bisa bangun pagi sesuai dengan yang saya kehendaki. Saya sudah membunyikan alarm, tapi itu berlalu begitu saja. Saya mematikannya. Saya berpikir, apakah saya ini kekurangan motivasi ?. Saya menduga dan berhipotesa bahwa motivasi saya ada diluar jauh disana dan tidak dapat saya gapai. Setiap hari, yang saya lakukan adalah memandangi motor besar berwarna merah yang terparkir di samping pintu masuk itu, dan saya menjadi bersemangat karenanya. Apakah saya sudah gila ?,..haha,..bahkan Anda yang membaca hal ini sudah gila karena maish ingin terus membaca padahal Anda sudah saya peringati “ Ragu-ragu lebih baik kembali”.

Memahami untuk memahami

Saya tidak memahami pemikiran manusia, sifatnya yang sungguh unik dan menyenangkan. Saya,..hanya merasa ini semua menarik untuk dipelajari dan untuk di bagikan. Beruntung benar rasanya saya berada disini. Saya bisa bertemu dengan banyak orang dan mengalami pengalaman dengan banyak orang. Berhubung saat ini saya sedang berada di kota yang jauh dari rumah. Harus beberapa kali ganti taxi dan satu kali naik kapal udara baru sampai disini. Ditempat ini, saya bahkan tidak perlu membeli kipas angin, karena memang sudah sangat dingin dan saya tidak pernah bertemu dengan yang namanya nyamuk mungkin karena saya berada di lantai atas kost wanita ini.

Saya memikirkan mungkin, tugas saya didunia ini adalah salah satunya memahami. Saya harus memahami dan mengerti. Saya mencoba memahami relasi antara manusia dan manusia. Saya baru saja membuka Facebook dan menemukan, ada perayaan 7 tahun jadian salah satu sahabat saya. Wow,..ini luar biasa. Saya merasa ini sungguhlah luar biasa. Menilik kembali ke masa-masa masih bocah, teman saya ini sungguh tidak menyenangkan. Perawakannya tinggi menjulang dan ia sangat suka berulah. Lucu rasanya melihat bagaimana ia dan saya tumbuh dewasa seperti saat ini. dulu, wanita-wanita yang di-pacarinya, ya,…seperti itulah. Saat ini, ketika saya melihat ia yang 7 tahun menjalin hubungan dengan anak orang. Wow,..sobat, jempol dah. Wanita yang di-pacarinya adalah wanita yang jauh dari yang saya pikirkan. Ia wanita yang sangat berbeda, kalau dipandang dari karakter sobat saya ini.  ya,..itulah cinta. Sulit dan susah untuk dimengerti. Ada keajaiban di setiap langkahnya. Saya berdoa bagi kelancaran dan keabadian hubungan ini. Tuhan ada disetiap langkah dan jalannya. Mereka beruntung karena sudah saling mengenal.

Saya juga sedang berusaha memahami teman baru saya. seseorang yang tidak satu suku dengan saya, saya berusaha memahami kebudayaannya, wataknya, usianya. Saya belajar beradaptasi dengan lingkungan sosial saya. ya,..teori keperawatan dari Roy yang sedang saya gunakan saat ini, dengan berbekal koping bawaan dan didapat, saya berusaha untuk menetralisir stress yang ada pada diri saya. saya belajar untuk “memaafkan” diri saya dan juga orang yang saya temui. Saya hanya ingin berdamai dan melupakan semua hal jahat dan menyakitkan yang saya alami. Saya berusaha untuk mengembalikannya kepada pencipta saya. Inilah hidup saya. saya tidak ingin melakukan hal sia-sia seperti menuntut sesuatu yang hanya akan membuat hubungan kedepan semakin sulit terasa. Saya tipe orang tertutup yang hanya menyembunyikan segalanya seorang diri. Ya,..seperti tulisan ini, saya berharap, tidak ada yang membacanya atau melihatnya. Saya siap memberi penjelasan terhadap apa yang saya tulis, karena saya menuliskan hal ini sebagai “terapi” bagi diri saya sendiri. entah ini menarik untuk diperbincangkan atau tidak. Saya hanya merasa, saya harus menciptakan “keabadian” saya sendiri, itu saja. Saya tidak akan tahu, kapan, dimana, pencipta saya memanggil saya dan mengakhiri tugas saya di dunia ini.

Saya tertarik pada topik, “ melepas” atau “let it go”. Maklum, saya bukan orang yang suka melepas atau merelakan sesuatu begitu saja. Seperti bertanya di depan kelas. Saya kurang percaya diri untuk melepas dan merelakan. Kalau melihat hal ini, saya jadi teringat pada guru SMA saya dulu, “budaya bertanya”. Saya hanya akan menyiasatinya sendiri. Begini,..saya akan mendatangi dosen atau pemberi materi, lalu secara face to face menanyakan apa yang tidak saya pahami. Inilah cara saya untuk mendapatkan apa yang saya mau dan saya kehendaki. Ini sudah hari ke tiga dan menjalani hari ke 4 saya ikut kuliah bersama para senior-senior dan saya sungguh bersyukur berada diantara mereka. Mereka tidak menganggap saya anak kecil, tapi lebih pada orang yang sama dengan mereka, sejajar. Kita sama-sama belajar disini. Saya datang dan saya belajar.

Drama korea

Saat ini, saya juga tertarik pada sebuah drama korea yang judulnya “ its oke, its love “. Saya menyukai pemain wanitanya yang sebelumnya memang main di drama “ master sun”. Kadang, ya,..saya menyukai drama ini karena karakter yang dibangun oleh para pemainnya. Kadang, karakter yang dibawa sungguh mencerminkan siapa saya. kalau dilihat dari drama “ master sun”, si pemain wanita itu persis seperti saya, saya yang kadang tidak terlalu mengurus diri, kucel,..hahaha. kadang dengan menonton hal ini, membuat saya tertawa dan mentertawakan diri sendiri. Drama “its oke, its love”, bercerita tentang seorang pria penulis buku yang memiliki kebiasaan aneh, menyukai 4 jenis warna saja, kuning, putih, biru dan merah kalau tidak salah. Ada kelainan secara psikologis, tapi memang ada benarnya. Orang dengan kelainan ini, adalah orang pintar. Terbukti si pria yang saya bahkan lupa namanya adalah seorang penulis jenius. Lawan mainnya adalah seorang wanita yang merupakan psikiatis (dokter jiwa) yang juga memiliki kelainan. Anehnya kelainan ini adalah phobia pada jatuh cinta atau cinta. Drama ini menarik karena sesuai dengan peminatan saya, saya suka sesuatu yang berjiwa aneh dan berhubungan dengan “psyco”. Saya sungguh memberikan penghargaan saya pada penulis drama ini.

Drama korea “its oke, its love”, mengajarkan atau menyampaikan pesan bahwa kekurangan yang ada pada kita tidak bisa dijadikan halangan untuk hidup bersama orang lain dan tentu saja kerja keras adalah hal positif yang selalu saya temukan pada setiap drama asal negeri ginseng ini. tidak buruk bukan ?. Sebagai orang yang mengakui dirinya dewasa, saya harus mengatakan bahwa saya harus dan wajib belajar dari segala hal yang saya temui. Ya,..saya kemari, disekolahkan oleh orang, dengan tujuan belajar. Hanya belajar dan tidak ada yang lain. Maka,…saya harus banyak belajar dan menyumbangkan banyak hal baik bagi institusi tempat saya bekerja nanti. Saya memang harus kembali dan saya harus berkarya.

Wanita inspirasional

Wanita yang membuat saya belajar banyak dari dia adalah seorang wanita yang bernama Mischele Phan. Seorang wanita yang sungguh sangat menyenangkan dan berkat untuk banyak orang. Betapa tidak, ia seorang youtuber dan saya adalah fans-nya. Saya mendownload semua video yang dibuatnya. Saya belajar kerja keras, cantik dan menjadi wanita kerena dia. Sungguh menyenangkan dapat mengenalnya. Dari Mish, panggilan akrabnya, saya belajar untuk memaafkan diri sendiri dan mewujudkan kemampuan diri sendiri, berani untuk berekspresi dan berani untuk mencintai diri sendiri. saya juga belajar bersyukur dan menciptakan berbagai resolusi yang harus segera saya wujudkan, menarik bukan ?.

Bermain dengan teori “caring” watson

Sebelumnya, saya baru saja mempelajari sebuah teori keperawatan yang berasal dari Jean Watson. Teori tentang human Caring. Salah satu topik yang sangat menarik bagi saya adalah Watson berkata bahwa,..” caring itu diperolah dari hubungan, penyatuan antara manusia dan kekuatan yang lebih tinggi dari dia “. Menarik bahwa, watson mengangkat sisi spiritualitas yang dalam untuk memberikan asuhan keperawatan. Bahwa sisi spiritualitas itu, tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Memang benar, bahwa perawat itu memang harus banyak berdoa dan menyerahkan dirinya kepadaTuhan sang pencipta. Iseng-iseng sambil menerima kuliah, saya lalu merumuskan sebuah doa sederhana, yang bunyinya sebagai berikut :

Tuhan,.berilah saya anugerah untuk dapat melaksanakan setiap tugas yang Engkau berikan, biarlah upahku adalah melaksanakan setiap kehendakMu dan menjadi bagian dalam rencanaMu,..amin,..

Watson juga menjelaskan tujuan kehidupan manusia. Ia berpendapat bahwa, manusia mencapai tujuan hidup existensialnya bila ia dapat meningkatkan dimensi spiritual dalam dirinya dengan cara atau ditunjukkan dengan penerimaan diri, tingkat kesadaran diri yang tinggi, intuitif. Intuitif itu sendiri tercapai dari penggabungan antara pengalaman dan spiritualitas dengan sang pencipta. Bagi saya, intuisi dapat diartikan sebagai kemampuan untuk memprediksi atau meramal sesuatu. Untuk memahami ini saja, rasanya kepala saya panas. Dalemmmm,..banget rasanya. Tapi juga menarik, luhur dan pure. Seakan ini adalah perintah dari yang Maha mencintai. Penerimaan diri, saya praktikkan dengan cara seperti ini, menulis dan merenungkan tentang diri saya. Ini saya, saya belajar mengenalnya.  Seorang filsuf yang saya lupa namanya juga pernah mengatakan, “ kenalilah dirimu sendiri,..”. dan ini yang sedang saya lakukan sekarang. diri saya ternyata sungguh dan sangat menarik untuk dipelajari.

Demikian beberapa ocehan ngawur saya dipagi hari yang sangat dingin ini. Kopi hangat untuk menghangatkan badan. Semoga tidak ada salah paham dengan adanya tulisan ini dan semoga hanya hal positiflah yang diambil dari sini.

Salam dan doa.

Ayu Frani.

Advertisements

Thanks for your comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s